Wednesday, 22 April 2020 05:16

Renungan

Sejenak kita lihat gambar-gambar di bawah ini sebagai renungan kepada kita semua, kepada mereka yang telah terbelenggu waktunya untuk update status. Untuk sesuatu yang kurang bermanfaat. Gambar-gambar dan sebagian komentar ini kami ambil dari kaskus.

Dulu oran g tua kita sering bercerita tentang hiruk pikuknya kerja bakti dan gotong royong membangun rumah tetangga :

rotongroyong

gotongroyong

Atau kita sering melihat seperti ini :

Dulu kegiatan yang dilakukan ketika betemu seseorang yang baru kita kenal

jika Makluk sosial adalah jabatan atau level kita sebagai penghuni bumi, tanpa di sadari saat ini kita sudah ber evolusi menjadi makluk "MEDIA SOSIAL" kita tidak lagi mau berinteraksi lagi dengan orang di dekat kita, untuk sekedar menyapa "hay dari mana asalmu ? "
atau "hay bagaimana kabar hari ini ?" Kamu mau kemana? dlsb obrolan hangat khas orang timur. Kita takut suatu saat nanti budaya gotong royong khas orang tumur akan hilang, sementera generasinya sibuk galau di socmed.

Coba renungkan, kita seringnya melihat seperti ini:

Ini bukan untuk siapa-siapa tapi untuk kita, jangan sampai hingar bingar teknologi menggantikan kehangatan interaksi di antara kita. Kita dituntut untuk bijaksana menggunakan Media Sosial. Media Sosial 'hanya' sebagai alat saja, bukan 'tujuan'. Jangan sampai Media Sosial menggantikan kehangatan interaksi nyata. Kita tanya kabar orang jauh, sementara tetangga dekat kita sakit malah tidak tahu sama sekali. Mungkin ini kata-kata Albert Einsten perlu direnungkan:

I Fear the Day That Technology Will Surpass Our Human Interaction. Aku takut pada hari dimana teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi yang idiot. -Albert Einstein-

Ternyata Albert einsten, bertahun tahun lalu sudah memprediksi bahwa suatu saat nanti teknologi akan mengubah hampir semua orang menjadi seseorang yang idiot, mari sejenak kita sign out, dan lihat apa yang ada di sekitar kita, sekitar kita di dunia nyata, dan kembali sejenak kepada kodrat kita sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Gunakan media sosial itu dengan Bijak, tidakah kita rindu dengan teman kita yang sudah lama tidak berjumpa, oleh karna itu kita buat sebuah reuni ? tapi apa ? isinya hanya semua orang yang sibuk dengan gadget masing-masing. Memperlihatkan gadget terbaru dan mahal, sebagai bukti kesuksesan mereka? atau hanya sekedar nampang?

 

 

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.